Gunung Andong dengan Keistimewaan yang Wajib Kamu Ketahui

Gunung Andong merupakan sebuah gunung bertype perisai di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan belum pernah mengeluarkan letusan. Gunung ini termasuk salah satu dari beberapa gunung yang melingkari Magelang.

Gunung berketinggian 1.726 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini sudah populer di kalangan para pendaki di tanah air. Hampir setiap hari tempat ini selalu ramai, terutama saat weekend dan musim liburan tempat ini akan dipadati ribuan pengunjung maupun pendaki.

Seperti apa gunung ini? Tempat Asik akan megulas selengkapnya tentang keistimewaan Gunung Andong ini.

Lokasi dan Rute Menuju Gunung Andong

Gunung yang berdampingan dengan Gunung Telomoyo ini terletak di perbatasan antara wilayah Salatiga, Semarang dan Magelang.

Berada di Desa Sawit, Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Gunung ini berjarak sekitar 23 km dari pusat kota Magelang melalui Jl. Kalimas dan Jl. Grabag – Pucang, atau bisa ditempuh sekitar 40 menit perjalanan. Atau sekitar 14 km dari Taman Wisata Kopeng Salatiga melewati Jl. Raya Kopeng – Magelang, atau sekitar 30 menit perjalanan.

Bagi kamu yang mau piknik asik dengan biaya murah, kamu bisa kesini cukup bayar Rp 5.000,-/orang. Untuk tarif parkir sepeda motor Rp 3.000,-/unit, dan untuk penitipan helm Rp 1.000,-/helm.

Rute Menuju Basecamp Desa Sawit

Dari rute selatan (Magelang, Yogyakarta, Purworejo dan sekitarnya) : Dari terminal Tidar Magelang ke kanan di pertigaaan setelah lampu merah Canguk. Menuju arah ke Kopeng/Ketep sampai di pasar Ngablak lurus ikuti jalan. Ambil kiri di gapura kedua menuju Grabag (Mangli). Sekitar 2 km ada pertigaan makam Dusun Kenteng dan ikuti petunjuk arah (ke kiri menuju basecamp Desa Sawit, lurus ke basecamp Dusun Pendem). Ikuti jalur petunjuk ke basecamp Desa Sawit.

Dari rute utara (Semarang, Ungaran, Salatiga, Solo, Boyolali dan sekitarnya) : Dari pasar sapi Boyolali menuju arah Magelang melalui Jl. Raya Salatiga – Kopeng ke arah Kopeng lalu ke arah Magelang. Sampai di pasar Ngablak ikuti petunjuk selanjutnya sama seperti diatas.

Dari rute barat (Grabag, Secang, Parakan, Temanggung, Wonosobo dan sekitarnya) : Dari simpang tiga Secang menuju pertigaan Krincing (pertigaan pertama dari lampu merah menuju Semarang). Sampai pertigaan Krincing ke kanan menuju Grabag, ikuti jalan menuju ke Mangli. Sampai di bumi perkemahan Mangli, jalan naik dengan melewati Dusun Mantran Wetan dan Mantran Kulon. Sampai di SD Girirejo 2 ke kiri dan sampai di basecamp Dusun Sawit.

Rute Menuju Basecamp Desa Pendem

Dari rute selatan (Magelang, Yogyakarta, Purworejo dan sekitarnya) : Dari kota Magelang ke arah Salatiga, sampai di Kecamatan Tegalrejo lalu menuju Kecamatan Pakis. Sampai di pasar Ngablak menuju ke arah Dusun Kenteng lalu menuju ke Dusun Gondangan. Ikuti jalan menuju Dusun Gogik dan sampai di Dusun Pendem.

Dari rute utara (Salatiga, Semarang, Ungaran, Boyolali, Solo dan sekitarnya) : Dari Bundaran Ramayana Salatiga menuju Kecamatan Getasan menuju arah Kopeng. Ikuti jalan menuju pasar Ngablak sampai di Dusun Kenteng. Menuju ke Dusun Gondangan lalu mengarah ke Dusun Gogik, ikuti jalan sampai di Dusun Pendem. Bisa juga melewati rute alternatif  dari Semarang menuju Ambarawa, sampai di pasar sapi Grabag menuju Dusun Temu. Menuju ke arah Dusun Gogik lalu sampai di Dusun Pendem.

BACA JUGA:  7 Acara Keren Ini Layak Kamu Saksikan Ketika Di Danau Toba, Apalagi Di Bulan Agustus Ini

Dari rute barat (Wonosobo, Temanggung, Secang dan sekitarnya) : Dari Kecamatan Secang Kabupaten Magelang menuju pasar sapi Grabag menuju Dusun Temu. Ikuti jalan ke arah Dusun Gogik dan sampai di Dusun Pendem.

Keistimewaan Gunung Andong yang Wajib Kamu Ketahui

Gunung Andong Punya 4 Puncak? Istimewa Sekali

Salah satu yang membuat gunung ini istimewa adalah adanya 4 puncak yang bisa kamu temui. Puncak ini berderet dengan rapi dan membentang panjang dari barat ke timur.

Di bagian paling barat ada Puncak Makam. Selanjutnya ada Puncak Jiwa sebagai lokasi camping ground, lalu ada Puncak Andong, dan bagian paling timur Puncak Alap-alap. Diantara 4 puncak di gunung ini, puncak yang tertinggi adalah Puncak Andong. Di setiap puncak ini para pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang amat indah dari ketinggian.

Bagi kamu yang masih dalam tahap belajar atau mencoba mendaki, tempat satu ini adalah lokasi yang cocok karena ketinggian nya hanya 1.726 mdpl dengan kemiringan 45 derajat.

Dengan track yang tak begitu ekstrem, kamu bisa menikmati perjalanan panjang dengan santai dan menyenangkan sambil menikmati pemandangan sekitar. Meski gunung ini tak setinggi gunung pendakian pada umumnya, tapi bisa bikin kamu ngos-ngosan juga sampai di puncak.

Untuk bisa sampai ke puncak, kamu cuma memerlukan waktu sekitar 1 – 1,5 jam jika jalan cepat dan jarang istirahat. Jika jalan santai dan banyak istirahat bisa ditempuh sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan.

Pertama, perjalanan akan melewati kebun penduduk lalu melewati jalan menanjak dan melewati hutan pinus. Di kawasan hutan pinus ini kamu bisa istirahat sejenak sambil berfoto-foto dengan latar alam yang indah.

Dari hutan pinus ini menanjak lagi, sampai di pos bebatuan yang sudah ada banyak petunjuk ke puncak. Ikuti jalan sampai di puncak. Selanjutnya melewati jalan yang terjal dan dekat jurang, jadi harus hati-hati dan waspada. Sampai di puncak, selanjutnya kamu bisa menyusuri jalan dan mencari lokasi yang nyaman untuk mendirikan tenda.

Jika mendaki di gunung lainnya biasanya akan melewati hutan lebat . Tapi track pendakian disini mayoritas adalah rerumputan dan hutan pinus yang indah juga ditumbuhi pohon Akasia.

Keindahan alam dari gunung ini tak kalah indahnya dengan pemandangan di Gunung Telomoyo yang sama-sama menampilkan pemandangan yang menawan.

Hanya saja di Gunung Telomoyo sudah menjadi tempat wisata dan track nya sudah diperbarui. Sedangkan track di Gunung Andong ini masih alami dan hampir mirip dengan rute di Gunung Merbabu, jadi terasa benar-benar ada di alam lepas.

BACA JUGA:  Bedugul Bali, Tempat Wisata Populer di Pulau Dewata

Gunung ini punya 2 puncak gunung dengan jalur yang cukup ekstrim dan dikenal sebagai punggung sapi/punuk sapi atau geger sapi dalam istilah jawa. Di jalur ini kamu akan melewati jalan tipis dan disamping kanan kiri adalah jurang, mungkin pendaki pemula yang takut dengan ketinggian bisa menjadi tantangan tersendiri.

Di jalur pendakian, kamu tidak akan menemukan shelter/ tempat nyaman untuk mendirikan tenda. Kamu harus sampai di puncak dulu agar bisa mendirikan tenda bersama para pendaki yang lainnya.

Pemandangan Indah di Gunung Andong

Di waktu tertentu, kamu juga bisa melihat indahnya kabut putih yang menutupi sebagian gunung menjadikan udara makin terasa sejuk dan segar.

Gunung ini berada di sebelah barat Gunung Merbabu (3.145 mdpl), jadi kamu bisa langsung melihat keindahannya dengan jelas. Selain itu, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dengan melihat kota Salatiga dan Solo dari kejauhan.

Tak hanya itu, saat cuaca cerah kamu bisa melihat pemandangan gunung-gunung di sekitar Jawa Tengah. Ke arah timur bisa melihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi dan Gunung Lawu. Ke arah selatan bisa melihat Gunung Tidar dan pegunungan menoreh. Ke arah barat bisa melihat Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau. Ke arah utara bisa melihat Gunung Telomoyo dan Gunung Muria.

Meski gunung ini didatangi baru satu kali, pendaki sering kali tetap ingin datang kesini sambil melepas kejenuhan dan sekedar refreshing. Maka jangan heran jika kamu kesini saat akhir pekan atau musim liburan banyak sekali pendaki disini yang berdesakan mencari tempat untuk mendirikan tenda, kadang kamu juga harus antri mendaki jika padat pengunjung.

gunung andong
Gunung Andong ketika ramai via @shintiaamanda

Jika kamu berencana kesini, ada baiknya datang saat hari kerja/ hari Senin – Jum’at agar bisa leluasa menikmati piknik asik disini tanpa berdesakan dan bisa puas berfoto-foto.

Perkembangan teknologi semakin pesat, kebanyakan orang kesini untuk mencari foto hits dan keren untuk bisa ngehits di sosial media. Meski hanya mecari lokasi spot foto disini, kamu juga harus tetap hati-hati.

sunrise di gunung andong
Pemandangan indah di Gunung Andong via @arief.fuady

Keistimewaan yang lain adalah pucak gunung ini termasuk lokasi faforit dan strategis untuk melihat sunrise dan sunset saat cuaca cerah. Jika mendaki di siang hari kamu bisa melihat sunset dan pagi harinya bisa menikmati hangatnya sunrise diantara pegunungan-pegunungan.

Sebagai informasi, lokasi asik lainnya untuk menikmati keindahan sunset juga bisa kamu temukan di puncak Watu Goyang yang ada di Jogja yang belum lama ini menjadi salah satu tempat hits.

Jangan lupa persiapkan kamera/ smartphone serta baterai cadangannya untuk pengambilan gambar yang mempesona dari atas puncak gunung ini.

Dalam perjalanan ke puncak, kamu bisa menjumpai sumber mata air yang mengalir dari pipa-pipa yang yang memanga disediakan bagi pendaki. Jika kekurangan bahan makanan, kamu bisa menikmati makanan yang tersedia di beberapa warung yang ada di kawasan puncak.

Asal Usul Nama Gunung Andong

Konon, nama gunung ini diambil dari nama daun “andong” yang termasuk daun yang menjadi syarat dalam melakukan ritual jawa seperti di acara selametan/ selamatan. Yang punya makna keselamatan dan perlindungan. Daun andong ini bermakna andongo atau berdoa kepada sang pencipta.

Ada juga yang menyebut  gunung ini mirip dengan punggung atau punuk sapi dan sering disebut andong. Dan nama andong ini menjadi nama gunung indah ini.

BACA JUGA:  Pantai Parangtritis, Tempat Wisata Romantis dengan Ragam Kisah Mistis

Cerita Mistis di Puncak Makam di Gunung Andong

Gunung kecil diantara Kecamatan Ngablak dan Grabag yang populer di tahun 2013 dengan sejuta pesona ini ternyata menyimpan cerita mistis.

Di puncak makam ini ada sebuah makam yang kurang jelas asal-usulnya (waktu lahir, waktu wafat) dan dikeramatkan oleh warga sekitar.

Konon, makam ini adalah makam seorang wali/tokoh di wilayah sekitar bernama Kyai/ Syekh Abdul Faqih atau lebih dikenal Ki Joko Pekik dan dihormati masyarakat sampai saat ini.

Sebelum menjadi gunung pendakian, dulunya makam ini memang membuat siapa saja merinding karena makam tidak terawat dan menjadi seram/horor. Siapa yang tidak takut dengan adanya bangunan sederhana, makam terbalut kain/kelambu putih diatasnya.

Warga jarang kesini, hanya orang bertujuan tertentu seperti memohon keselamatan, kelancaran hidup dan sebagainya yang berani naik ke puncak ini.

Tahun 2016 lalu makam ini telah direnovasi menjadi tempat yang terawat dan tidak bernuansa horror yang menakutkan. Selain menjadi lokasi pendakian yang hits, kawasan puncak ini juga menjadi tempat untuk berziarah.

Untuk menghormati makam dari tokoh tersebut dan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta, di Desa Girirejo, Kec. Ngablak, Magelang rutin melakukan tasyakuran (Perti Dusun) dengan membuat Tumpeng Jongko.

Ada pula batu keramat yang ada di puncak ini yang sering dijadikan spot foto para pendaki, yaitu Watu (batu) Pertapan. Konon, tempat ini menjadi lokasi para sesepuh/tokoh spiritual desa untuk bersemedi. Tokoh ini dipercaya masyarakat bisa mengobati segala penyakit dan menyembuhkan orang kerasukan.

Sebenarnya masih ada banyak tempat keramat di puncak ini, seperti watu pocong, watu wayang atau Puncak Alap-alap.

Berjalannya waktu, cerita mistis ini sudah menjadi hal biasa bagi para masyarakata dan para pecinta alam. Kisah seram ini sekarang berubah menjadi kisah indah karena pemandangan disini sungguh mempesona.

Tips Mendaki di Gunung Andong

Sebelum melakukan pendakian, ada beberapa tips yang harus kamu ketahui. Yaitu :

  • Merencanakan waktu yang tepat untuk mendaki (saat musim kemarau dan di hari biasa).
  • Persiapkan terlebih dahulu perlengkapannya yang perlu dibawa, logistik/konsumsi dan kondisi fisik dalam keadaan fit. Walaupun pendakian terbilang mudah, tetap saja membutuhkan tenaga.
  • Jika alergi pada dingin, sebaiknya tidak datang kesini. Kecuali kondisi badan kuat dan memakai jaket tebal.
  • Jika selesai merokok diharapkan putung rokok dimatikan dengan benar untuk mencegah terjadinya kebakaran. Dan jangan membuang sampah sembarang tempat.
  • Membawa bekal makanan dan minuman yang cukup.
  • Bagi pendaki pemula ada baiknya melewati jalur basecamp Dusun Sawit karena jalur ini lebih mudah daripada dari jalur Dusun Pendem. Rute ini juga sudah populer dan banyak yang melewati rute ini.
  • Pakailah sandal gunung atau sepatu gunung karena track yang cukup terjal.
  • Ada baiknya sebelum kesini sudah melakukan pemanasan/ berolah raga karena perjalanan membutuhkan tenaga.

Fasilitas di Basecamp Gunung Andong

Jika ingin kesini, fasilitas di lokasi ini sudah memadai. Diantaranya :

  • Area parkir yang luas.
  • Toilet/ kamar mandi umum.
  • Masjid ada di dekat basecamp.
  • Kantin & warung makan.
  • Bagi pendaki yang mau menginap di basecamp, bisa menunjukan kartu identitas.

Jadi pengen mendaki Gunung Andong yang indah ini? Yuk rencanakan agenda dari sekarang, dijamin seru dan asik mendaki bersama teman-teman maupun pasanganmu.

Alternatif lain untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, kamu juga bisa ke Embung Batara Sriten di puncak tertinggi Gunungkidul, Jogja.

Selamat berlibur dan salam piknik. 🙂